NADIKABAR.COM — Terjangan topan Champi membuat puluhan ribu rumah di wilayah Taiwan tidak mendapatkan aliran listrik. Lebih dari 5.000 orang terpaksa mengungsi ke tempat aman sebagai antisipasi.
Topan kuat ini tengah bergerak menuju ke China dan Jepang, usai menerjang Taiwan.
Topan Champi yang membawa angin kencang dan hujan deras ini, seperti dilansir AFP, Sabtu (24/10/2026), menyebabkan pohon-pohon tumbang, jaringan listrik terputus dan memicu banjir singkat di wilayah Taiwan.
Sekitar 56.000 rumah masih belum mendapatkan aliran listrik saat badai terus menghantam. Tim darurat bergegas memulihkan aliran listrik pada Sabtu (24/10) waktu setempat.
Di wilayah Miaoli, bagian barat Taiwan, curah hujan tercatat mencapai 24 cm pada Sabtu (24/10).
Sebagian besar toko di wilayah utara dan tengah Taiwan tutup untuk hari kedua, sementara topan tersebut perlahan menjauhi sisi timur laut Taiwan dan bergerak ke utara menuju ke China dan Jepang.
"Meskipun periode dampak terparah dari topan ini telah berlalu, kami ingin mengingatkan semua pihak bahwa angin dan gelombang di perairan sekitar Taiwan masih kuat seiring dengan pergerakan topan ke arah utara," kata Wuu Woan-hwa dari Otoritas Cuaca Pusat dalam pernyataannya.
Sedikitnya satu orang dilaporkan tewas dan lebih dari 500 orang luka-luka sejak Kamis (22/10) waktu setempat, ketika pemerintah Taiwan mulai merilis peringatan mengenai kedatangan topan Champi.
Topan Champi merupakan badai terbaru dalam musim badai Pasifik yang sibuk, yang diperkuat oleh fenomena cuaca El Nino yang menyebabkan pemanasan yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah Pasifik khatulistiwa.
Topan ini sempat mencapai status topan super saat melintasi samudra dalam beberapa hari terakhir, dengan kecepatan angin maksimum yang dilaporkan mencapai hampir 300 kilometer per jam.
Berdasarkan informasi terkini dari Joint Typhoon Warning Center, kecepatan angin topan Champi tercatat mencapai 176 kilometer per jam pada Sabtu (24/10).
Menurut otoritas prakirawan cuaca, intensitas badai melemah sepanjang malam saat bergerak melingkari lepas pantai wilayah Yilan, Taiwan bagian timur laut. Di wilayah tersebut, topan Champi memicu curah hujan 65 cm sejak Kamis (22/10).