NADIKABAR.COM — Puluhan sopir logistik melakukan aksi blokade di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, hari ini. Aksi spontan itu dipicu oleh kebijakan tiba bongkar berangkat (TBB) serta lamanya waktu tunggu yang mencapai lebih dari 12 jam untuk bisa naik ke atas kapal penyeberangan.

Pantauan NadiKabar di lokasi pada Minggu (6/9/2026) sore, para sopir berkumpul dan memadati kawasan dermaga Landing Craft Machine (LCM) Pelabuhan Gilimanuk. Mereka nekat menutup akses masuk dan keluar pelabuhan sekitar pukul 15.00 Wita untuk menuntut regulasi yang jelas terkait angkutan logistik.

"Aksi ini spontan. Kami menuntut mobil logistik bisa langsung menuju LCM tanpa harus dialihkan lagi ke parkir manuver saat situasi seperti ini," ungkap Nengah, salah seorang perwakilan sopir truk, saat ditemui di Pelabuhan Gilimanuk, Minggu.