Aksi blokade oleh sopir ini bukan yang pertama kali dilakukan. Sebelumnya, aksi serupa juga dilakukan sopir truk akibat penerapan TBB oleh Satuan Pelayanan (Satpel) Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Pelabuhan Gilimanuk untuk mengurai kemacetan di Ketapang pada Sabtu (5/9).

Nengah menegaskan aksi ini merupakan bentuk kekecewaan atas buruknya penanganan antrean oleh petugas BPTD. Dia juga menyoroti adanya oknum yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk meraup keuntungan dengan memberikan jasa kawalan dan menyalip antrean hingga masuk kapal.

"Kami juga minta praktik pengawalan (pengawalan oknum) ditertibkan. Kalau mau mengawal silakan di luar. Jangan sampai masuk ke dalam pelabuhan dan dermaga. Kami sudah mengantre 12 jam, tapi tak kunjung masuk kapal," tegas Nengah.