NADIKABAR.COM — BPBD Karanganyar menyebut siang ini ada sekitar 20 warga Desa Plesungan, Karanganyar, yang mengungsi di GOR UTP karena terdampak asap kebakaran TPA Putri Cempo. Pemkot Solo mengakui kualitas udara di Plesungan, yang berada di utara TPA, patut jadi perhatian.

"Siang tadi sekitar 20 pengungsi, (jumlahnya berkurang) karena aktivitas warga. Kalau awal sekitar 200-an. Kita lihat nanti, kalau asap tidak mengarah lagi dan warga sudah berani pulang, monggo," kata Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Sugiharjo, saat dihubungi wartawan, Senin (7/9/2026).

Diketahui, pengungsian di Desa Plesungan dibuka sejak Jumat (4/9) malam, bertepatan dengan awal kebakaran sampah di TPA Putri Cempo. Rencananya, posko pengungsian itu akan dibuka hingga Rabu (9/9) atau diperpanjang jika kondisinya belum membaik.

Sugiharjo mengatakan, sekitar 20 orang yang masih mengungsi itu rata-rata lansia dan balita. Biasanya jumlah pengungsi akan bertambah saat malam, seiring dengan angin yang membawa asap ke arah Desa Plesungan.

"Biasanya seperti itu, kalau pagi dan siang aktivitas, jadi (pengungsi) berkurang. Kalau sore sampai malam (asap) ke arah utara, ada pengungsi lagi (yang datang). Kemarin malam ada 201 (pengungsi) dari RT 5-10," ujar dia.

Hingga saat ini, Sugiharjo mengatakan, aktivitas sekolah belum diliburkan selama TPA Putri Cempo terbakar sejak Jumat (4/9) pekan lalu. Jika asap kebakaran sampai mengganggu aktivitas sekolah, baru akan diambil tindakan untuk meliburkan siswa.