"Nuklir untuk kesehatan, nuklir untuk pangan, dan nuklir untuk energi, tiga bidang inilah yang akan kita anggarkan, dan justru dengan ketiga bidang ini, maka anggaran riset di bidang ketenaganukliran memang akan kita tingkatkan," sambungnya.
Soal tenaga ahli, Poltek Nuklir sudah bisa mengatasi dengan lulusannya yang memiliki kompetensi beragam di bidang tenaga nuklir. Tahun ini, Poltek Nuklir mencetak 104 Sarjana Terapan dari program studi Teknokimia Nuklir, Elektronika Instrumentasi, dan Elektro Mekanika.
Tantangan yang muncul adalah tentang edukasi kepada masyarakat soal tenaga nuklir ini. Untuk itu, Poltek Nuklir pun menghibahkan Prototipe PLTN ke Taman Pintar Jogja agar nuklir ini tak lagi asing di telinga masyarakat.
Plt Direktur Poltek Nuklir, Dr Zainal Arief, menjelaskan alat peraga ini adalah hasil langsung dari metode pembelajaran berbasis proyek kelompok mahasiswa Poltek Nuklir yang berfokus pada solusi nyata.
"Prototipe saat ini dapat disaksikan di area selasar kampus, rencananya akan dihibahkan kepada Pemerintah Kota Jogja untuk ditempatkan di Taman Pintar. Hibah alat peraga ini memiliki tujuan utama untuk mengedukasi masyarakat luas mengenai bagaimana sebuah sistem PLTN bekerja secara aman dan efisien," ujar Zainal.
diketahui Indonesia mau membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan PLTN ini sudah masuk jaringan listrik nasional (on-grid) pada 2032.