Alokasinya besar, sekitar sepertiga dari alokasi pupuk Petroganik Jawa Timur. Tentu, dampaknya adalah kesuburan tanah semakin baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Di musim tanam ini Oktober-Maret, Kami berharap petani bisa terus mengoptimalkan penebusan pupuk bersubsidi, khususnya Petroganik. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan pertanian ke depan, khususya unsur hara tanah," katanya.

Adapun alokasi pupuk Petroganik tahun 2026 sebanyak 146.459 ton. Hingga 7 Oktober 2026, telah tersalurkan sekitar 68 persen, atau 99.771 ton.

Khusus wilayah Madiun Raya, pemerintah mengalokasikan sebanyak 55.183 ton, dan sudah terserap 61 persen atau 33.732 ton.

Sementara Ketua KTNA Kabupaten Madiun Suharno mengatakan terdapat sejumlah manfaat yang diperoleh petani dari pengaplikasian Petroganik di lahannya, di antaranya yang utama adalah kesuburan tanah tetap terjaga sehingga tanah bisa tetap produktif dan menghasilkan panen yang melimpah.