"Berbagai revitalisasi dan transformasi yang kami lakukan tidak berhenti pada peningkatan efisiensi perusahaan, tetapi harus memberikan manfaat nyata di lapangan bagi petani, termasuk melalui harga pupuk yang semakin terjangkau dan akses yang semakin mudah," ujarnya.
Seorang petani dari Kelompok Tani Asahan, Desa Sukatani, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang, Jawa Barat Toni Afandi mengatakan bahwa bagi petani, harga pupuk yang lebih terjangkau memberikan ruang untuk mengalokasikan biaya usaha tani secara lebih optimal.
Dengan adanya penurunan harga pupuk subsidi tersebut, petani merasa terbantu sekali karena penurunannya sangat efektif dan efisien karena ada penghematan.
"Sehingga, bisa mengurangi cost yang lainnya, artinya yang dari kelebihan selisih harga pupuk itu bisa kita gunakan ke alokasi lain, kita manfaatkan buat yang lainnya seperti untuk pestisida. Kita lihat dari petani-petani lain, dengan adanya penurunan harga jadi lebih semangat lagi untuk meningkatkan usaha tani kita," katanya.
Senada, Ketua Gapoktan Desa Trayu, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah Ma'ruf Arianto mengatakan dengan turunnya harga pupuk subsidi, semua petani itu dapat angin segar dan sangat mengurangi cost untuk pemupukan.
"Dari dahulu sampai sekarang, baru kali ini pupuk bisa turun, petani lebih ringan lebih sejahtera, lebih semangat lagi buat pemupukan," ujarnya.
Selain harga, kemudahan mendapatkan pupuk juga terus diperkuat. Pupuk Indonesia melakukan penyederhanaan proses penebusan dan penguatan sistem distribusi.