Pemanfaatan sistem digital seperti i-Pubers dan Command Center memungkinkan perusahaan memantau penebusan dan kondisi stok secara real-time hingga tingkat kios, sehingga pengelolaan stok dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
Tercatat, realisasi penebusan pupuk subsidi hingga 23 September 2026 mencapai 6,77 juta ton atau 69 persen dari total alokasi 2026.
Kemudahan tersebut turut dirasakan petani asal Kabupaten Grobogan, Blora, Jawa Tengah Doni yang mengatakan, penebusan pupuk dengan i-Pubers sekarang lebih mudah, lebih terjangkau, cukup bawa KTP, lebih cepat dibandingkan dahulu.
"Petani lebih tenang, nyaman, pokoknya lebih enak lah, enggak khawatir. Misalnya kalau kurang, kena banjir, minta (beli) lagi ke kios, langsung dapat. Jadi, petani senang, selain mudah didapatkan, sekarang harga pupuk juga terjangkau, bukan lagi jempol satu, tapi jempol dua," katanya.
Kemudahan akses tersebut juga didukung oleh ketersediaan pupuk yang terjaga di berbagai wilayah. Pupuk Indonesia mengandalkan infrastruktur logistik terintegrasi, mulai dari pelabuhan, armada kapal, hingga jaringan gudang, yang memungkinkan perusahaan melakukan rekonfigurasi atau realokasi stok antar wilayah sesuai kebutuhan.
Dengan demikian, ketersediaan pupuk di tingkat petani dapat tetap terjaga, terutama saat kebutuhan meningkat.