NADIKABAR.COM — PT Pupuk Kujang menerima kunjungan diplomasi ekonomi dari Duta Besar Angola untuk Indonesia, Florencio Mariano da Conceciao e Almeida terkait dengan penjajakan peluang kerja sama sektor pertanian dan manufaktur.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Pusat Administrasi Pupuk Kujang, Karawang, Jumat, Duta Besar Angola menyampaikan bahwa negaranya kini sedang fokus mengembangkan industri pertanian sehingga Angola membutuhkan banyak pupuk berkualitas.

"Kami berupaya memperkuat kapasitas produksi pupuk dalam negeri, khususnya urea dan NPK, serta peluang kemitraan teknologi dan pasokan komoditas yang andal dari Indonesia," kata Almeida.

Ia menyampaikan, Angola kini sedang berupaya meningkatkan produktivitas pangan dalam negeri sehingga membutuhkan pupuk dalam jumlah besar.

Menurut dia, selain membutuhkan impor pupuk dalam waktu cepat, Angola juga sedang membangun industri pupuk lokal secara mandiri.

"Kami datang untuk melihat langsung kualitas produk dan teknologi yang dimiliki Pupuk Kujang. Angola memang punya cadangan gas alam, fosfat, dan kalium. Namun kami belum memiliki fasilitas produksi Urea mandiri. Oleh karena itu, kami ingin belajar dari pengalaman Indonesia sekaligus mengeksplorasi peluang investasi dengan perusahaan Indonesia," katanya.

Almeida menyebutkan kalau negaranya bisa menjadi akses masuknya barang Indonesia ke Afrika, sebab negara itu dikenal sebagai koridor logistik penting. Negara Angola berbatasan langsung dengan wilayah Afrika Selatan dan Afrika Tengah.

"Posisi kami strategis. Punya jaringan logistik terintegrasi, termasuk Pelabuhan Lobito dan akses kereta api langsung ke Zambia, menjadikan Angola sebagai jalur distribusi potensial untuk menjangkau pasar lebih dari 300 juta konsumen di kawasan tersebut," kata Almeida.

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Kujang, Panji Winanteya Ruky saat menyambut Dubes Angola untuk Indonesia, menyampaikan PT Pupuk Kujang terbuka untuk bekerja sama strategis dengan Angola.

"Kami membuka peluang kerja sama dengan Angola untuk membangun kemitraan yang solid, dan saling menguntungkan dalam jangka panjang," katanya.

Sedangkan dari sisi Holding, perwakilan PT Pupuk Indonesia (Persero) menekankan bahwa untuk menginisiasi kerja sama ekspor komoditas strategis antarnegara di tengah dinamika geopolitik global, pendekatan Government-to-Government (G2G) menjadi langkah awal yang penting.

Pupuk Indonesia Group menyambut positif terkait rencana penyusunan kesepakatan strategi bersama (joint strategy agreement) dan siap mendampingi penentuan skema kemitraan yang optimal bagi kedua belah pihak.