"Kita dapat membuka forum kecil secara berkala, dudukan anggota Polri yang memahami persoalan lapangan bersama akademisi," katanya.
"Ambil satu persoalan buat beberapa skenario kemudian hasilkan peta risiko, indikator peringatan dini, pilihan tindakan dan rekomendasi kebijakan ke pimpinan Polri," lanjutnya.
Mewakili Rektor UMI, Zakir kembali menyampaikan terima kasih kepada Polda Sulsel dan Mabes Polri atas kepercayaan. Dirinya menegaskan akan menjadikan Pusat Studi Kepolisian sebagai ruang produktif.
"Terima kasih kepada Bapak Kapolda dan tim Mabes Polri atas amanah dan kepercayaan ini, akan kita jaga dan jadikan lebih produktif lebih sinergi. Dan lebih penting beri solusi dan masukan agar polisi bisa mengantisipasi berbagai hal dan kondisi yang terjadi di masyarakat," jelasnya.
Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengaku siap berkolaborasi dengan kampus UMI. Fokus utama Pusat Studi Kepolisian terkait upaya solutif di tengah masyarakat.
"Kami di Polda Sulsel khususnya kami akan melaksanakan kolaborasi dengan Pusat Studi Kepolisian yang ada di UMI. Pertama menyangkut kehidupan sosial di masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, permasalahan di tengah masyarakat ujungnya untuk memastikan ketertiban dan keamanan. Ia menyebut akan memanfaatkan ruang kolaborasi ini untuk menyelesaikan persoalan.
"Permasalahan di masyarakat yang tadi disampaikan bapak Rektor ini dampaknya terakhir Kamtibmas, dimana kita melihat ada berbagai permasalahan di masyarakat, yang tentu saja ini akan kita diskusikan kita bicarakan yang akhirnya harapan kami kita mendapatkan arah ke mana untuk menyelesaikan persoalan di masyarakat," paparnya.