Dia menyampaikan ada 2 kampus yang dipilih sebagai Pusat Studi Kepolisian yakni Unhas dan UMI. Meski hal seperti sudah ada di daerah lain, tapi gagasan utamanya dari Polda Sulsel.
"Sementara di wilayah hukum Polda Sulsel ada di Unhas dan UMI Pusat Studi Kepolisian. Dan Pusat Studi Kepolisian itu pertama kali dilaksanakan di Polda Sulsel. Jadi walaupun Polda lain melaksanakan tapi ide pertama dari Polda Sulsel," ujarnya.
Sementara Kepala Lemdiklat Polri Komjen Chryshnanda Dwilaksana menyatakan Pusat Studi Kepolisian sebagai ruang pengembangan SDM kepolisian. Ini merupakan kolaborasi dengan pihak akademisi.
"Pusat Studi Kepolisian merupakan suatu bagian untuk kita selalu belajar. Karena mengembangkan kepolisian perlu dengan kajian pembelajaran dari kalangan civitas akademika," jelasnya.
Dia menyebut anggota Polri juga sudah banyak belajar di Kampus UMI. Menurutnya, ini sangat tepat untuk membangun tradisi dialog.
"Maka ini Pusat Studi Kepolisian merupakan bagian bagaimana membangun dialog peradaban. Bagaimana mengembangkan sumber daya manusia, terutama anggota Polri banyak yang belajar di sini," katanya.
Chryshnanda memberikan apresiasi kepada UMI karena betul-betul menjalankan tridarma perguruan tinggi. Dirinya berharap Pusat Studi Kepolisian jadi tempat bertumbuh anggota Polri.
"Karena mau tidak mau ruang belajar ini harus kita tumbuh kembangkan dan UMI juga sudah terapkan tridarma perguruan tinggi," pungkasnya.