NADIKABAR.COM β Presiden Rusia Vladimir Putin membantah tuduhan bahwa Moskow memprovokasi gelombang demonstrasi besar-besaran di sejumlah negara Eropa.
Putin justru menyebut gejolak tersebut dipicu oleh kesalahan kebijakan para politikus setempat, bukan oleh campur tangan Rusia.
Dalam wawancara dengan jurnalis Rusia Pavel Zarubin pada Minggu, Putin mengatakan tuduhan terhadap Moskow mencerminkan ketidakmampuan para pemimpin Eropa untuk bertanggung jawab atas gelombang protes tersebut.
βIni buruk bagi mereka, mengapa? Karena mereka tidak akan mengatasi akar permasalahannya ... Dan apa penyebabnya? Itu terletak pada kesalahan mereka sendiri, kesalahan yang dibuat di berbagai bidang, termasuk ekonomi dan keuangan,β ujar Putin, sebagaimana dilaporkan RIA Novosti.
Putin mengatakan Rusia tidak merasa senang atas gejolak yang melanda Eropa. Namun, Moskow akan tetap memberikan tanggapan secara terukur terhadap berbagai tuduhan yang dinilainya tidak berdasar.
Ia menambahkan bahwa Kementerian Luar Negeri Rusia akan menanggapi secara hati-hati tuduhan negara-negara Barat yang menyebut Moskow berada di balik aksi-aksi demonstrasi tersebut.
Gelombang protes di Eropa dilaporkan mulai merebak di Prancis pada pertengahan September, ketika para pelajar sekolah menengah di pinggiran Paris turun ke jalan untuk menuntut perbaikan fasilitas sekolah.
Demonstrasi tersebut kemudian diikuti warga Prancis yang mengungkapkan kekecewaan atas kenaikan biaya hidup.
Aksi serupa juga meluas ke sejumlah kota di Italia pada 17β18 Oktober, sementara di Albania, para demonstran menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Edi Rama. Protes berskala besar kembali berlangsung pada 24 Oktober di Prancis, Italia, dan Albania, disertai aksi unjuk rasa di Belgia dan Spanyol.
Penerjemah: Yashinta Difa