"Pada 27 September 2026 diketahui bahwa 8 Accu di stasiun LV93 telah hilang. Tim telah melakukan penggantian Aki dan menghidupkan kembali Seismometer dan CCTV di stasiun LV93 yang terdampak erupsi sehingga saat ini sudah beroperasi normal," ujar Rita.

Rita menegaskan aksi vandalisme ini tidak mengganggu atau mengintai keselamatan masyarakat karena PVMBG menerapkan sistem pemantauan berlapis (backup station), seperti Stasiun Tanjung yang berada di dalam Pulau GAK dan tetap beroperasi merekam aktivitas seismik secara kontinyu.

Pencurian komponen sistem peringatan dini di Gunung Anak Krakatau ini menambah daftar panjang aksi pencurian instrumen kebencanaan di Indonesia sepanjang 2025-2026, setelah kasus serupa sebelumnya membobol stasiun pemantau Gunung Semeru (April 2026), Gamalama (Maret 2026), Kelud (September 2025), serta Papandayan (Juni 2025).