Hasil evaluasi menunjukkan episode erupsi menerus yang terjadi sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB telah berakhir pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB setelah berlangsung selama 25 jam. Hingga 8 September 2026, telah terjadi enam kali erupsi strombolian sejak episode erupsi menerus berakhir.
Kembalinya erupsi strombolian sebagai karakteristik erupsi Gunung Anak Krakatau untuk sementara ini diinterpretasikan sebagai akhir dari episode erupsi menerus yang cukup panjang.
"Meskipun demikian, perkembangan dinamika vulkanisme Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau dan dievaluasi. Probabilitas untuk terjadi letusan dalam beberapa periode waktu selanjutnya adalah masih tinggi. Ancaman bahaya erupsi berasal dari lontaran batu pijar disertai hujan abu lebat. Potensi ancaman bahaya lainnya berasal dari aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi," jelasnya.
"Tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau akan dievaluasi kembali secara berkala atau jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan," tambahnya.
Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 8 September 2026, maka tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap pada Level III (Siaga) dengan rekomendasi: