NADIKABAR.COM — Qatar, yang menjadi mediator konflik Timur Tengah, mengungkapkan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran masih terlibat dalam pembicaraan untuk mengakhiri perang yang berlarut-larut. Meskipun diakui oleh Doha bahwa kebuntuan sedang terjadi setelah tujuh bulan konflik berlangsung.

Pejabat Kementerian Luar Negeri Qatar, Ibrahim Al-Hashimi, seperti dilansir AFP, Rabu (7/10/2026), mengatakan bahwa negosiasi tidak langsung antara Washington dan Teheran itu mempertimbangkan "kekhawatiran berbagai pihak".

"Saya dapat mengonfirmasi bahwa pembicaraan terus berlanjut dan pertukaran pesan antar berbagai pihak masih berlangsung melalui Qatar dan mitra-mitra regionalnya," kata Al-Hashimi dalam pernyataannya.

"Sebagaimana Anda ketahui, skala konflik ini dan besarnya harga yang harus dibayar oleh seluruh dunia, menuntut kita untuk mengerahkan upaya terbaik guna mengakhiri ini segera melalui solusi yang dapat disepakati di meja perundingan," ucapnya.