Qodari mengatakan serangan 'surat kaleng' terhadap deputi di Bakom, yakni Timothy Ivan dan Fatpahdepi. Bakom, kata Qodari, sudah memprediksi serangan juga akan terjadi pada dua deputi Bakom lainnya, Ulta Levenia dan Kurnia Ramadhan.

"Puncaknya serangan kepada Kabakom, M Qodari," sebutnya.

Dalam penjelasannya, Qodari menjelaskan bukti bahwa 'surat kaleng' tersebut tidak benar dan tidak akurat. Pertama, Qodari membantah narasi bahwa Fatpahdepi memasukkan 30 orang dari salah satu partai ke Bakom.

"Satu, deputi 1 Fatpahdepi memasukkan 30 orang dari PAN, Partai Amanat Nasional. Hal tersebut jelas salah karena Bakom saat ini hanya punya anggaran untuk memasukkan tambahan 15 orang," jelasnya.

Qodari yang masuk ke Bakom beberapa bulan yang lalu, mengatakan Bakom bisa menambah 15 orang. Angka 15 orang itu pun, kata Qodari, harus dibagi ke dalam 4 kedeputian.

"Dan deputi satu, yang dipimpin oleh Pak Fat, sejauh ini cuma menambah 4 orang. Jadi angka 30 itu dari mana? Tidak mungkin 30," katanya.