NADIKABAR.COM — Bicara soal perawatan diri, artis Raditya Dika ternyata punya perjalanan panjang. Siapa sangka, pria yang dulu hanya tahu cara sikat gigi biasa ini kini justru sangat perhatian dengan kesehatan mulut dan giginya secara menyeluruh.Bintang film Hangout itu menceritakan rutinitas merawat giginya berkembang seiring waktu. Pengetahuan tersebut tidak ia dapatkan secara instan sejak kecil.

"Yang pertama adalah kalau saya sih makin lama makin komplit. Dulu itu waktu awal-awal mungkin karena dari kecil diajarinnya cuma sikat gigi saja, ya sudah sikat gigi aja. Saya baru tahu soal sikat lidah itu ketika sudah kuliah. Itu baru tahu ternyata lidah bisa disikat ya," ujarnya saat ditemui di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026).

Pencariannya akan kebersihan mulut semakin mendalam setelah ia tak sengaja membaca sebuah unggahan di forum luar negeri. Ada satu momen unik yang membentak kesadarannya tentang pentingnya flossing atau membersihkan sela gigi.

"Semakin ke sini lagi, saya flossing juga sesuatu yang asing. Sampai suatu hari saya baca forum luar negeri, ada satu cewek yang bilang gini: 'Gue enggak pernah mau diajak nge-date sama cowok kalau dia enggak pernah flossing'. Oh, berarti flossing ini penting banget ya," tuturnya.

Namun, menggunakan benang gigi manual diakuinya cukup sulit, apalagi saat ia masih menggunakan kawat gigi. Akhirnya, Raditya Dika menemukan solusi praktis menggunakan alat water flosser.

"Awal-awal nyobain flossing yang benang itu susah tuh. Kalau saya ketika pakai behel dulu, ngebersihin makanan di sela-selanya itu kan susah. Sekarang pakai water flosser dari usmile udah 3 bulan. Ternyata di sela antara gigi satu dan lainnya itu suka masuk makanan kecil yang kita enggak tahu," tuturnya.

Tak hanya flossing, Raditya Dika juga menekankan pentingnya pembersih lidah. "Pengalaman saya scrape lidah itu enggak nyangka ternyata banyak yang putih-putih itu kan. Makanya scrape lidah itu penting," katanya.

Pentingnya menjaga kebersihan sela gigi dan batas gusi ini disetujui oleh Zahrah Almira. Menurut sang dokter gigi, area pertemuan antara gigi dan gusi adalah tempat paling rawan penumpukan plak.

"Tapi yang paling penting itu kan bagian antara gigi sama gusi yang ketemu ya, nah plak itu kan sering di sana. Plak itu pasti nempelnya di pinggiran gusi, jangan sampai plak ini masuk ke dalam gusi," ujarnya.

Kesadarannya akan kesehatan gigi ini pula yang membuat Raditya Dika sangat selektif saat ditawari menjadi Brand Ambassador (BA) untuk produk perawatan gigi, usmile. Ia mengaku sempat banyak bertanya demi memastikan kualitas produk tersebut sebelum merekomendasikannya ke publik.

"Ini menarik, karena saya rewel banget. usmile kan waktu awal-awal saya masih enggak familiar. Rewel banget nanya ke brand juga, langsung dikasih penjelasan komplit dari Prof. Liu dan akhirnya saya PD untuk promosikan usmile," kata bapak dua anak itu.

"Raditya Dika mampu membawakan berbagai topik dengan cara yang menarik, dekat dengan keseharian, dan mudah dipahami. Melalui kolaborasi ini, kami ingin membantu masyarakat memahami inovasi perawatan gigi dan manfaatnya dalam rutinitas sehari-hari, sehingga mereka dapat memilih produk sesuai kebutuhan," pungkas Michelle, Country Director usmile Indonesia dan Malaysia.