NADIKABAR.COM — Simbol '@' yang menyerupai huruf 'a' ini menyimpan banyak cerita ribuan tahun lamanya. Sejarahnya bahkan bisa ditelusuri sejak zaman Yunani Kuno hingga kini kemudian identik disematkan pada nama akun di media sosial.
Sebelum digunakan pada surel, simbol ini pernah digunakan dalam praktik perdagangan pada zaman Yunani Kuno. Saat itu, orang-orang menggunakan huruf 'a' dengan ekor melingkar sebagai singkatan dari amphora, wadah tanah liat yang menjadi satuan ukur standar untuk menakar harga anggur, biji-bijian, dan minyak zaitun yang diperdagangkan.
Meski praktik terkait amphora akhirnya ditinggalkan, simbol @ tetap bertahan di kalangan akuntan untuk menandai harga barang. Simbol ini makin populer lewat mesin tik yang menyebar luas di AS pada abad ke-19, seiring banyaknya katalog pesanan lewat pos yang membutuhkan banyak tenaga administrasi.
Di Amerika Serikat (AS), Ray Tomlinson yang dulu merupakan ilmuwan komputer untuk Arpanet, adalah orang pertama yang menggunakan tombol tersebut untuk mengirim surel dan memberikan 'kode' yang menunjukkan di mana posisi seseorang dalam suatu jaringan komputer.
Ilmuwan komputer tersebut melihat kibor miliknya dan menemukan simbol @ yang sebelumnya lazim dipakai dalam dunia bisnis dan akuntansi. Ia memutuskan untuk menggunakan simbol @ di tengah alamat surel. Ia mengirim surel pertama dalam sejarah pada 1971.
Seiring berjalannya waktu, internet mulai banyak digunakan di seluruh dunia, simbol @ juga turut digunakan oleh lebih banyak orang. Namun, penyebutannya berubah di setiap tempat.
Meski telah populer, simbol @ tidak memiliki nama khusus dalam bahasa Inggris. Hal ini karena banyak orang menganggap definisinya sederhana dan dapat dipahami dengan mudah. Contohnya, orang Rusia menyebut simbol @ dengan 'sobaka' yang artinya anjing. Hal ini dikarenakan bentuk simbol @ yang mirip dengan anjing yang meringkuk untuk tidur.
"Saat ini, semua orang menyebutnya 'at'. Banyak hal yang telah diadaptasi ke bahasa Inggris selama 25 tahun terakhir." tutur seorang konsultan manajemen freelance dari Belgia, Nick Fransen, dikutip dari BBC.
Coba perhatikan cara kita menulis nama secara formal, ada huruf kapital di awal dan spasi yang memisahkan nama depan dan belakang. Simbol @ memiliki ketentuan yang berbeda mengenai penulisan nama.
Simbol yang mendunia ini juga digunakan pada sebagian besar sosial media. Orang-orang harus memikirkan nama pengguna yang cocok dengan preferensi dan juga persona mereka. Berdasarkan penelitian, pemilihan nama pengguna menggunakan simbol @ di depannya dapat menjadi proses yang sarat emosi.
Biasanya orang akan memilih nama pengguna yang unik, terasa tepat, dan dapat mewakili masing-masing orang. Bahkan, pada beberapa kasus, digunakan untuk menciptakan persona daring yang terpisah dari identitas di dunia nyata.
"Kita harus menciptakan satu kata unik untuk diri kita sendiri. Ini memaksa kita untuk berpikir tentang bagaimana kita menampilkan identitas kita," kata Gerry Leonidas, seorang profesor tipografi di Universitas Reading di Inggris, mengungkapkan kepada BBC.
Sekelompok peneliti bahasa yang mempelajari budaya online menemukan dalam penelitian mereka bahwa saat nama pengguna sudah dibuat, menggantinya hampir sama dengan mengganti nama asli bahkan penampilan di dunia nyata. Sekuat itulah keterkaitan seseorang dengan nama penggunanya.
Simbol @ memang hanya satu karakter kecil di kibor, tapi di baliknya tersimpan perjalanan panjang ribuan tahun. Jadi, kamu mau menyampaikan apa melalui nama pengguna di dunia maya?
Penulis adalah peserta MagangHub Kemnaker di NadiKabar.com.