NADIKABAR.COM β€” Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo dinominasikan sebagai kandidat Komisaris PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI), yang rencananya akan dimintakan persetujuan terlebih dahulu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 29 Oktober 2026.

Seiring jabatan tersebut, Rahayu juga akan masuk sebagai pemegang saham VICI dengan kepemilikan sebesar 2,4 persen, dengan fokus utama yaitu akan memperkuat fundamental bisnis perusahaan.

"Saya di situ (VICI) baru saja announce (umumkan) untuk nomination, karena kan masih nomination, belum RUPSLB ya, itu sebagai Komisaris. End of this month (akhir bulan), tanggalnya persisnya kalau nggak salah sih 29 Oktober (2026),” kata Rahayu dalam diskusi dengan media di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat.

Seiring pengangkatannya sebagai Komisaris VICI, Rahayu mengungkapkan akan berkontribusi dalam pengembangan bisnis dan ekspansi emiten produk kecantikan dan perawatan tubuh tersebut ke tingkat internasional.

Ia melanjutkan, kontribusinya di VICI akan difokuskan pada pengembangan bisnis, ekspansi internasional, serta peningkatan keterwakilan perempuan di perusahaan.

Rahayu mengungkapkan, salah satu ekspansi yang akan didorong yaitu memperluas pemasaran produk VICI ke pasar luar negeri dengan memanfaatkan jaringan internasional yang dimilikinya.

Adapun, sejumlah negara yang akan menjadi fokus, diantaranya Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia.

β€œJadi, again, bicara excellence, bicara tentang itu, tapi juga untuk membuka ke network saya yang internasional, gimana untuk bisa jaringan saya yang di Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan ini untuk kita bisa growth-nya lebih cepat lagi,” ujar Rahayu.

Selain ekspansi pasar, Rahayu ingin mendorong penguatan merek VICI melalui pendekatan soft power, serta melihat peluang untuk membuka jalur distribusi bagi produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Terkait kepemilikan saham, Rahayu mengungkapkan akan memiliki sebesar 2,4 persen saham VICI atau kurang dari 5 persen dengan fokus utamanya adalah memperkuat fundamental bisnis perusahaan.

β€œJadi, kalau kepemilikan saya, it’s less than 5 persen, (tepatnya 2,4 persen). Again, saya fokusnya fundamental business-nya,” ujar Rahayu.

Berdasarkan data penutupan perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (09/10) sore, saham VICI ditutup melemah 45 poin atau 3,47 persen ke level Rp1.250.

Sebagai informasi, PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur kosmetik, produk perawatan tubuh, dan produk kesehatan.

Perseroan menaungi sejumlah merek, di antaranya Herborist untuk produk perawatan tubuh, Miranda untuk pewarna rambut, Nuface untuk perawatan kulit dan kosmetik, serta CBD Professional untuk produk perawatan rambut profesional.

Adapun, jajaran direksi VICI saat ini dipimpin oleh Sumardi Widjaja sebagai Direktur Utama, bersama Erwan Irawan Noer, Henny Soetanto, Andi Sulistiawan, dan Luhur Dino Herlambang sebagai direktur.

Sementara itu, posisi Komisaris Utama dijabat oleh Billy Hartono Salim. Jajaran komisaris lainnya terdiri atas Vibhav Panandiker, Luhur Iwan Hernadi, serta Komisaris Independen Drs. Herbudianto dan Van Schoote Christian Pierre B.