NADIKABAR.COM — Seorang perempuan di atas panggung membawa penonton memasuki cerita tentang kehilangan, perdagangan orang, trauma, dendam, serta pergulatan manusia ketika keadilan terasa datang terlambat.

Selama sekitar 90 menit dalam lima babak, satu pertanyaan terus mengikuti perjalanan tokoh tersebut: jika hukum datang terlambat, dapatkah dendam menyamar sebagai keadilan?

Pergulatan tersebut hadir dalam pertunjukan tunggal Rahayu Saraswati Djojohadikusumo berjudul 'Kalau Bukan Aku' dalam rangkaian MonoPlay Festival 2026 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pertunjukan ini digelar pada Jumat (25/9) dengan durasi sekitar satu setengah jam.

'Kalau Bukan Aku' menjadi monolog pertama Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang sekaligus menulis, menyutradarai, dan memainkan sendiri pertunjukan tersebut.

Karya ini juga dikemas dalam bentuk drama misteri psikologis atau psychological thriller yang membawa penonton mengikuti pergulatan tokohnya dari satu babak ke babak berikutnya.