Lebih lanjut, Sara mengatakan naskah monolog "Kalau Bukan Aku" yang dibawakannya tersebut ditujukan untuk memberikan ruang untuk suara yang selama ini mungkin tidak didengar. Diharapkan pementasan ini menjadi tontonan teatrikal yang memukau sekaligus menambah kesadaran publik terhadap isu human trafficking.

Pertunjukan monolog "Kalau Bukan Aku" bukan sekadar etalase (showcase) kemampuan akting tunggal Rahayu Saraswati melainkan kerja kolaborasi yang diwujudkan bersama tim produksi dari Titimangsa.

β€œKalau Bukan Aku” menggambarkan sebagai ruang pengungkapan suara yang hampir tidak pernah terdengar: seorang perempuan yang bergumul dengan hilangnya orang yang paling dicintai dalam dunia perdagangan orang.