Ia menambahkan, beasiswa penuh ini juga meliputi tunjangan buku dan dana perjalanan. "Terus kita kemarin juga dapat tiket perjalanan buat berangkat sama pulang, terus habis itu kita juga dapat tunjangan buku. Tapi tunjangan buku itu per tahun ya," ungkap perempuan asal Yogyakarta tersebut.

Bagi yang tertarik dengan beasiswa ini, Diah menjelaskan bahwa pendaftarannya dibuka setiap tahun sekitar bulan Februari sampai April. Pendaftaran dilakukan secara online sehingga peminat beasiswa ini bisa mendaftar dari Indonesia.

Setelah mendaftar, ada tahap penyaringan. Jika lolos, pendaftar akan dipanggil untuk wawancara di Kedutaan Besar India di Jakarta.

"Tapi ada beberapa teman yang wawancaranya tuh secara online. Tapi kebetulan kemarin waktu di angkatanku, itu wawancaranya tuh disuruh datang ke sana langsung," paparnya.

Diah menyoroti penampilan mahasiswa di India dan di Indonesia. Menurutnya, mahasiswa di India datang ke kampus dengan pakaian lebih simpel, sedangkan mahasiswa Indonesia cenderung memperhatikan tampilan.

"Kalau kuliah di India, itu teman-temanku itu tuh mereka lebih sederhana, lebih santai, emm, enggak, enggak kudu dandan kalau mau ke kampus kayak gitu. Jadi kayak kalau dari cara berpakaian ke kampus tuh mereka lebih sederhana dibandingkan teman-teman yang di Indo gitu," ucap lulusan UNY tahun 2018 itu.