Selain itu, kata Diah, mahasiswa India lebih berani untuk menyampaikan pendapat, terutama saat di kelas. Hal ini berbeda dengan yang dia rasakan semasa kuliah di Indonesia.
"Kalau dari cara mahasiswanya berinteraksi, mungkin yang paling beda adalah mahasiswa-mahasiswa di India itu lebih berani buat menyuarakan pendapat gitu loh. Mereka lebih berani buat speak up. Kalau dulu zamanku S1 di UNY itu kayak kalau enggak ditunjuk sama dosennya, kayak kita tuh diam aja gitu. Beda kalau di India teman-teman tuh lebih aktif sih menurutku," ungkap Diah.
Di sisi lain, kuliah di India menurut Diah disertai banyak seminar. Saat ada seminar, kelas diliburkan dan semua mahasiswa dari berbagai jurusan bebas untuk ikut.
"Di India ini (juga) lebih banyak seminar. Jadi kayak kalau semisal ada seminar gitu, kelas kita tuh libur. Kebanyakan tuh seminarnya tuh kayak dosen ngundang dari dosen (lain). Misal prodiku gitu kan, ngundang dari prodi lain dan dari kampus semisal dari Baroda gitu kan, diundang ke GU gitu," lanjutnya.
Berangkat dari pengalamannya studi dengan beasiswa, Diah menilai kuliah di India cukup direkomendasikan.
"Kalau ditanya rekomendasi nggak kalau kuliah di India, mungkin aku bisa jawab kalau menurutku rekomendasi sih. Apalagi buat teman-teman yang masih muda, kayak buat cari pengalaman, bisa banget kalau mau kuliah di India. Apalagi lewat jalur beasiswa ya kayak ICCR, menurutku layak dipertimbangkan sih," tuturnya.