Sedangkan yang ketiga adalah QS Adz Dzariyat ayat 56 yang artinya: Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku. Kiai Miftachul menegaskan, Allah SWT tidak membutuhkan ibadah dari makhluk-Nya.
"Apa yang dimaksud? Kekhilafahan ngurus bumi yang luas, yang ndak pernah habis kandungan-kandungan kekayaannya, lalu memakmurkannya, menyejahterakan untuk umat, untuk kepentingan rakyat secara keseluruhan, tidak pandang bulu, harus berakibat nilai ibadah dalam semuanya itu. Jangan sampai apa yang kita lakukan, kita melangkah tanpa ada nilai ibadah. Jangan sampai kita membangun dengan pembangunan yang luar biasa megah tanpa ada nilai ibadah. Semua yang kita lakukan harus bernilai," tegasnya.
Rais Aam PBNU dua periode ini menambahkan, 3 ayat suci tersebut menjadi landasan untuk program-program kerja pengurus di awal abad kedua NU. Ia berharap apa yang dikerjakan NU ke depan mendapat perhatian dari Presiden Prabowo Subianto.
"Inilah tiga ayat menjadi dasar nanti kita upayakan sebagai program di awal abad yang kedua ini untuk bagaimana NU betul-betul sejahtera ekonominya. Karena di bidang pendidikan dan di bidang kesehatan alhamdulillah ada pakarnya di sini. Nah tinggal ekonomi keumatan. Semoga di dalam perjalanan nanti akan terus terjadi perbaikan-perbaikan, menutup kekurangan-kekurangan yang ada, dan semoga Bapak Presiden pun juga memerhatikan semua apa yang kita lakukan demi untuk umat, demi kemaslahatan rakyat bersama ini," tandasnya.