"Ini adalah akibat dari ideologi teroris dan ekstremisme buta; kami tidak akan membiarkan masyarakat terjerumus ke jalan seperti ini," ujar Perdana Menteri (PM) Yordania, Jafar Hassan, melalui unggahan di X.

Khaled Burqan, yang berada di lokasi pemakaman, menuturkan kepada Al-Mamlaka bahwa terdapat puluhan orang di sana ketika orang-orang bersenjata mulai melepaskan tembakan selama beberapa menit.

Saksi mata lainnya, Ihab Ammareen, mengatakan kepada stasiun televisi tersebut bahwa ia melihat orang-orang yang berlumuran darah jatuh ke lantai setelah serangan terjadi. "Orang-orang menangis, meratap, dan menjerit-sulit untuk menggambarkannya," ujarnya.

Raja Abdullah dari Yordania, mitra utama AS dalam perjuangan melawan kelompok militan, mengunjungi Karak beberapa jam setelah serangan tersebut dan menyatakan bahwa para pelaku akan dihukum dengan tangan besi.

"Serangan teroris terhadap Karak akan dibalas dengan tindakan yang paling keras. Mereka yang berkhayal bisa memecah belah rakyat Yordania dengan peluru mereka tidak akan memiliki peluang di hadapan persatuan kita," ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Rekaman dari Reuters di lokasi gereja setelah serangan memperlihatkan darah tercecer di lantai dekat pintu masuk, tempat aparat keamanan dikerahkan.