Melalui unggahan di X, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengutuk kekerasan tersebut dan menegaskan bahwa serangan terhadap warga sipil serta tempat ibadah adalah tindakan yang tidak dapat diterima.
Warga yang berkumpul di sebuah rumah sakit pemerintah di Karak untuk memberikan dukungan bagi para korban luka mengungkapkan keterkejutan mereka.
"Peristiwa hari ini membuat kami terdiam, tak mampu berkata-kata. Namun, satu-satunya tuntutan kami kepada negara adalah agar mereka menyelidiki paham-paham kelam ini-dari mana asalnya dan bagaimana paham tersebut bisa merasuki pikiran anak-anak kita," ujar salah satu warga, Hani Al-Mbaydeen.
Umat Kristen merupakan kelompok minoritas di Yordania. Negara ini memiliki sejumlah situs yang tercatat dalam Alkitab, yang menarik peziarah Kristen dari seluruh dunia.
Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, melalui X menyebut peristiwa tersebut sebagai serangan yang keji dan brutal terhadap sebuah rumah ibadah.
Yordania termasuk salah satu sekutu AS di kawasan tersebut yang terkena dampak serangan dari Iran tahun ini, menyusul serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada bulan Februari.