Upaya menekan angka pengangguran juga dilakukan melalui pengembangan Sikendi Klaten (Sistem Informasi Ketenagakerjaan). Portal tersebut dikembangkan melalui kolaborasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dan pihak swasta untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha.

Di sektor ekonomi, Pemkab Klaten menjalankan program Bela Beli Produk UMKM sebagai upaya meningkatkan pemasaran sekaligus memperluas pasar produk lokal. Program tersebut juga dikembangkan melalui kegiatan business matching.

"Untuk UMKM, kami jalankan Bela Beli Produk UMKM, bahkan sampai business matching. Kami juga membangun kerja sama dengan dukungan provinsi. Alhamdulillah kami bisa terkoneksi Sister City dengan Nanjing di China yang membuka pasar," imbuh Mas Hamenang.

Selain Nanjing, Pemkab Klaten juga menjajaki akses pasar melalui kerja sama dengan Bintan. Menurut Hamenang, Bintan memiliki posisi strategis karena dapat menjadi pintu masuk produk menuju pasar Singapura dan Malaysia.

Berbagai program tersebut, lanjut Mas Hamenang, merupakan bagian dari upaya Pemkab Klaten untuk mengurangi kemiskinan secara komprehensif. Intervensi tidak hanya dilakukan melalui sektor ekonomi, tetapi juga mencakup bidang kesehatan, pendidikan, dan sektor lainnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Klaten dalam upaya pengentasan kemiskinan. Apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi Pemerintah Kabupaten Klaten untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dan memastikan program pengentasan kemiskinan berjalan tepat sasaran serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Saya menangkap bahwa ini banyak inovasinya. Kerjanya juga agresif, gercep. Karena bupatinya muda, jadi banyak inovasi yang diberikan bagi masyarakat," ujarnya.