NADIKABAR.COM β Lampu bertenaga surya atau solar panel menjadi pilihan kekinian bagi masyarakat perkotaan maupun pedesaan yang menyatu dengan konsep desain rumah modern hemat energi dan minim perawatan, sehingga menjadi tren gaya hidup ramah lingkungan
βTren penggunaan lampu tenaga surya sebenarnya sudah mulai muncul sejak beberapa tahun lalu, namun adopsi secara masif baru benar-benar terjadi tahun ini,β kata Brand Manager Produsen Perlengkapan Listrikβββ MEVAL M Muhdi Faisal di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan hal tersebut dipicu oleh kepercayaan publik yang semakin meningkat terhadap daya tahan komponen baterai serta keterjangkauan harga produk di pasaran.
Pihaknya mencatat penggunaan lampu bertenaga surya mulai terjadi pada 2026. Lampu tersebut dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan, serta mengadopsi teknologi solar light untuk area luar ruangan (outdoor), seperti taman, teras, dan pagar rumah.
Menurut dia, tren penggunaan lampu bertenaga surya itu muncul sejak 2024, namun tren tersebut meledak pada tahun ini.
βPada 2024 itu sudah banyak supplier yang impor dari China untuk lampu-lampu dengan tenaga solar seperti ini. Namun, memang tidak terlalu banyak dan peminatnya masih belum banyak karena masalah baterai," ujar Faisal.
"Baterai itu kan punya umur, nah mereka belum trust ke arah sana. Nah, baru di 2026, mereka merasakan bahwa baterainya ternyata awet," sambung dia.
Dia pun menilai faktor harga yang kian kompetitif juga menjadi pendorong utama menguatnya tren tersebut dalam sektor lifestyle dan home decor.
Jika pada periode awal kemunculannya harga satu unit lampu tenaga surya bisa menyentuh angka Rp700 ribu, kini inovasi teknologi memungkinkan harga jual turun drastis ke kisaran Rp200 ribuan tanpa mengesampingkan kualitas performa.
"Sekarang, benar-benar sudah disempurnakan, dari harganya terjangkau, dari speknya juga sudah oke. Ke depannya, untuk 2027, rasanya industri lighting akan ke arah sana, yang pakai solar itu," tutur Faisal.
Dia menyebutkan tren tersebut tidak hanya digandrungi oleh masyarakat di kawasan perkotaan yang mengusung estetika rumah ramah lingkungan, tetapi juga merambah ke daerah-daerah yang membutuhkan efisiensi infrastruktur.
Lampu tenaga surya, kata dia, merupakan solusi praktis pencahayaan luar ruangan tanpa perlu menarik instalasi kabel yang rumit atau menambah beban tagihan listrik bulanan. Sebagai bentuk respons terhadap pergeseran gaya hidup itu, produsen perlengkapan listrik, salah satunya MEVAL turut memamerkan lini lampu tenaga surya Tera Solar Light.
Faisal mengatakan produk pencahayaan luar ruangan yang dibekali dengan sertifikasi ketahanan cuaca IP65 dan durasi nyala hingga enam jam itu dihadirkan untuk memudahkan pemilik rumah bertransformasi ke energi ramah lingkungan.
Dia mengungkapkan langkah tersebut mempertegas transisi menuju gaya hidup berkelanjutan kini tidak lagi rumit. Cukup dengan memanfaatkan paparan sinar matahari di siang hari untuk pencahayaan di malam hari, pemilik hunian sudah bisa menikmati estetika rumah modern sekaligus berkontribusi mengurangi jejak karbon secara mandiri dari teras rumah.
"Banyak orang mencari lampu yang awet, hemat listrik, dan tetap bagus dipandang. Lewat Tera Solar Light, kami ingin membuktikan bahwa memilih energi bersih bisa semudah mengganti lampu di teras rumah,β ungkap Faisal.
βDan karena rumah tidak hanya butuh lampu, kami hadirkan juga Switch & Socket, supaya keluarga Indonesia bisa melengkapi kebutuhan listrik rumahnya dari satu brand yang mereka percaya," tambah dia.