Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, per pukul 15.00 WIB, abu vulkanik bergerak menjauh ke arah barat daya Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda. BMKG menyebut masih ada daerah terdampak abu vulkanik.

"Masyarakat di wilayah yang terdampak memastikan informasi resmi dari BMKG, PVMBG, dan instansi terkait serta memperhatikan kondisi udara serta jarak pandang," ujarnya.

Berdasarkan hasil analisis citra RGB Himawari-9, abu vulkanik terpantau bergerak menjauhi puncak Gunung Anak Krakatau. Terdeteksi ada dua sebaran berbeda.

Lapisan rendah (permukaan-15.000 ft/4,57 km) yang berpotensi memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang di wilayah terdampak. Bergerak ke arah barat daya-barat laut.

Mencakup Banten bagian barat, Lampung, Bengkulu, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.

Lapisan tinggi (permukaan-50.000 ft/15,24 km) yang berdampak pada penerbangan karena berada pada jalur lintasan pesawat udara. Bergerak ke arah barat daya-barat.

Mencakup Samudra Hindia di sebelah barat-barat daya Bengkulu, Lampung, dan Banten.