"Akhirnya salah duanya itu adalah anaknya Pak Menteri ikut membantu sejak awal, karena saya juga enggak ada yang membantu. Karena Badan Penyelenggara Haji itu hanya dua orang, yaitu Pak Menteri dan saya. Waktu itu mereka enggak bergaji," lanjutnya.

Sebelumnya, Menhaj Mochamad Irfan Yusuf juga sempat memberikan klarifikasi terkait polemik pengangkatan keluarganya.

Menhaj mengungkap peran anak-anaknya beserta sejumlah santri dalam membantu proses pembentukan lembaga Badan Penyelenggara Haji secara cuma-cuma selama tiga hingga empat bulan.

Seiring berkembangnya kelembagaan menjadi kementerian, beberapa di antaranya yang dinilai berintegritas dan memiliki kompetensi diangkat menjadi tenaga ahli.

Meski begitu, menyikapi respons publik yang berkembang pesat dalam beberapa hari terakhir, kedua anak Menhaj akhirnya memilih melepaskan jabatan tersebut. Posisi tenaga ahli yang kosong nantinya akan diisi oleh personel baru sesuai dengan kebijakan dan arahan Menteri Haji dan Umrah.