"Memang barcode itu dibuat pertama tahun 2022, dengan foto ambulansku zaman itu dengan branding oranye garis-garis. Setelah beberapa tahun, sudah berubah branding, dan sekarang dipermasalahkan karena tidak sesuai dengan foto," jelasnya.
Wirawan menjelaskan kala itu sopir ambulans diminta petugas SPBU untuk mengupdate foto sesuai dengan kendaraan saat ini. Namun, proses update foto itu bakal memakan waktu lama, karena harus daftar ulang dan akun lama dihapus.
Dijelaskan jika proses tersebut akan memakan waktu sekitar seminggu, sehingga sopir ambulans keberatan karena harus segera menjemput pasien. Sementara petugas SPBU sudah terlanjur melakukan scan barcode.
"Kalau sudah terlanjut di-scan, untuk mengisi lagi harus menunggu jeda 2 jam di SPBU lain. Lalu sopirku laporan ke saya, saya buat status dan saya coba menghubungi pengawasnya (SPBU Kadilangu). Tapi teman-teman (ambulans) terlanjut mendatangi SPBU," terangnya.
Sejumlah relawan ambulans kemudian datang ke SPBU Kadilangu pukul 13.30 WIB untuk meminta penjelasan. Sementara itu, ambulans Saber harus menunggu dua jam untuk bisa mengisi Pertalite di SPBU yang lain.
Oleh karena urung mengisi bensin di SPBU itu, ambulans tersebut batal menjemput pasien di Gawok. Pasien tersebut akhirnya dijemput dengan ambulans lainnya.