"Intinya mereka sudah melakukan klarifikasi, dan menyampaikan permohonan maaf karena terjadi kesalahpahaman. Ke depannya SPBU tersebut akan memprioritaskan ambulans. Kita berpedoman pada Undang-undang Migas jika ambulans dapat prioritas mengisi Pertalite atau biosolar tanpa memperhatikan cc," ujarnya.
Pengawas SPBU Kadilangu Udin buka suara soal permasalahan ini. Menurutnya, kasus ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
Dia menyebut jika kedatangan rombongan ambulans itu hanya meminta klarifikasi. Pihaknya pun sudah melaporkan kejadian ini ke Pertamina.
"Sudah selesai. Kita (sepakati) pelayanan, kalau ada perbedaan selama plat dan barcodenya sama untuk dilayani. Karena untuk ambulan kan ada perlakuan khusus," kata Udin.
Pihaknya juga meminta maaf atas pelayanan ini. Ke depan, pihaknya berjanji untuk memperbaiki pelayanan.
"Saya mohon maaf untuk pelayanan, mungkin operator kurang (paham). Untuk ke depan insyaallah, hal-hal seperti ini tidak akan terjadi lagi, karena ambulans kan untuk kebutuhan kita bersama, untuk kemanusiaan juga. Sudah diatur juga jika ambulans, mobil sampah, mobil pemadam kebakaran kalau urgent sekali tetap kita bantu," tuturnya