NADIKABAR.COM — Siswa kelas 2 SMP di sekolah internasional di Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Insan Cendekia Madani (ICM), diduga menjadi korban perundungan (bullying) yang dilakukan kakak kelasnya. Korban mengalami luka akibat peristiwa tersebut.

Pihak keluarga korban menceritakan peristiwa itu terjadi pada Rabu (26/8) saat kegiatan pramuka di lapangan sekolah ICM. Diduga 6 orang senior memegang tangan, menutup mulut dan mata korban, hingga dipukuli memakai buku.

"Korban kedua tangannya dipegang ke belakang, lalu mata hingga mulut ditutup dengan dasi pramuka (tersisa hidung yang terbuka) lalu ditindih hingga yang menyebabkan luka robek di telinganya lalu korban juga sempat dipukul oleh buku," kata ayah korban saat dihubungi, Senin (28/9/2026).

Dia menduga luka terbuka di kuping korban karena tertindih dan terkena ring kacu pramuka. Dia mengatakan bullying itu terjadi tiba-tiba setelah mereka bercanda saling lempar karet lapangan sintetis.

"Awalnya memang saat kegiatan pramuka tersebut diawali dengan bercandaan lempar-lemparan karet antara kelas 8 dan kelas 9, lalu sempat saling menggelitik, namun berujung terjadi perundungan terhadap korban oleh 6 orang pelaku," katanya.

Dia mengatakan lokasi perundungan tersebut tak ter-cover pantauan CCTV sekolah. "Sekolah mengakui lalai karena tidak memasang CCTV di area lapangan tersebut, dan pembina pramuka juga lalai," ucapnya.

Kasus perundungan itu diduga melibatkan anak wakil menteri (wamen). Hal itu disampaikan korban kepada psikolog.

"Orang tua salah satu pelaku yang tidak hadir itu merupakan salah satu wakil menteri. Yang mana anak beliau sangat menyebabkan trauma pada korban, berikut terlampir tulisan korban saat ke psikolog, yang disebut adalah anak dari wamen tersebut. Sayangnya hingga detik ini, beliau belum ada sama sekali menemui keluarga korban," ungkapnya.