NADIKABAR.COM — Rasulullah SAW telah menghadapi kaum Quraisy yang menyekutukan Allah SWT selama lebih dari 13 tahun tanpa melakukan peperangan. Selama itu, kaum kafir Quraisy telah menindas, mencela, bahkan menganiaya Rasulullah SAW dan kaum muslim dengan bengis.

Kaum kafir Quraisy juga memboikot dan mengisolasi kaum muslim dari masyarakat Makkah di sebuah tempat bernama Syi'ib Abu Thalib. Hingga akhirnya, Allah SWT mengutus Rasulullah SAW berperang melalui turunnya Surah Al-Hajj ayat 39. Allah SWT berfirman:

اُذِنَ لِلَّذِيْنَ يُقَاتَلُوْنَ بِاَنَّهُمْ ظُلِمُوْاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ عَلٰى نَصْرِهِمْ لَقَدِيْرٌ ۙ

Artinya: "Diizinkan (berperang) kepada orang-orang yang diperangi karena sesungguhnya mereka dizalimi. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuasa membela mereka."

Sejak turunnya ayat ini, Rasulullah SAW mulai menyusun strategi dan menyiapkan sahabat-sahabatnya untuk melakukan perang melawan kaum kafir Quraisy.

Disebutkan dalam buku Kemelut Perang di Zaman Rasulullah: Dari Perang Badar hingga Perang Nahrawan oleh A.R. Shohibul Ulum, terdapat empat sariyah dan empat ghazwah sebelum terjadinya Perang Badar. Sariyah merupakan peperangan yang dipimpin oleh sahabat Rasulullah SAW sebagai komandan perang. Sementara ghazwah adalah peperangan yang dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW, baik beliau ikut berperang di dalamnya atau tidak.

Dalam perang ini, Hamzah memimpin 30 prajurit penunggang kuda yang berasal dari kaum Muhajirin. Perang ini ditujukan untuk menghadang kafilah Abu Jahal bin Hasyim yang terdiri atas 300 orang Makkah.