Setibanya di Saiful Bahr (sekitar tepian Laut Merah), kaum muslimin dan kaum Quraisy bertemu dan siap bertempur. Namun, Majdi bin 'Amr al-Juhni, sekutu Quraisy dan muslimin berjalan di tengah mereka dan menghalangi konfrontasi, sehingga kedua belah pihak pulang tanpa pertumpahan darah.
Rasulullah SAW mengutus Ubaidah bin al-Harits bersama dengan 60 pasukan orang Muhajirin ke Celah Marrah (Bathnu Rabigh). Berpapasan dengan kafilah Abu Sufyan bin Harb bersama 200 orang temannya, kedua belah pihak sempat seling melesatkan anak panah. Namun, perselisihan ini tidak sampai mengundang pertempuran jarak dekat.
Dipimpin oleh Sa'ad bin Abi Waqqash, Rasulullah SAW mengirimkan 8 regu yang terdiri atas 3-8 orang di setiap regu. Pasukan ini ditugaskan untuk memblokade kafilah dagang Quraisy. Setibanya di al-Kharar, sariyah tersebut kembali pulang ke Madinah lantaran kafilah Quraisy telah lewat sehari sebelumnya.
Rasulullah SAW memimpin perang yang berkekuatan 70 orang dari Muhajirin ini secara langsung. Mengetahui orang-orang Quraisy dan Bani Dzamrah bin Bakr bin Abdi Manat bin Kinanah melewati Madinah, Rasulullah SAW mencegat mereka. Peristiwa ini tidak melibatkan kontak fisik, melainkan lahir perjanjian damai tim redaksi Rasulullah SAW dengan Makhsyi bin Amr adz-Dzamri, seorang pemimpin Bani Dzamrah.
Rasulullah SAW bersama dengan 200 pasukan memerangi kaum kafir Quraisy di luar Madinah. Menurut Syauqi Abu Khalil, Rasulullah SAW berniat menghadang satu kafilah Quraisy terdiri dari Umayyah Ibni Khalaf al-Jumahi dan 200 orang Quraisy yang membawa 2.500 ekor unta. Mengetahui pergerakan Rasulullah SAW, kaum Quraisy pun melewati jalan tersembunyi untuk menghindari cegatan Rasulullah SAW, sehingga peristiwa ini berakhir tanpa kontak senjata.
Disebut sebagai Perang Badar pertama, Rasulullah SAW beserta para sahabatnya berusaha mengejar Kurz bin jabir al-Fihr yang menyerang dan merampas hewan ternak. Rasulullah SAW mengejar sampai di sebuah lembah bernama Safwan, namun Kurz bin Jabir al-Fihr lolos dari kejaran. Rasulullah SAW pun kembali ke Madinah.
Rasulullah SAW bersiap bersama 150 sampai 200 pasukan untuk menghadang kafilah Quraisy. Sesampainya di Dzu al-'Usyairah, wilayah Bani Mudlij, Yanbu', ternyata kafilah dagang itu sudah lewat, sehingga Rasulullah SAW dan pasukannya kembali pulang.