NADIKABAR.COM — Iran melaporkan bahwa sebuah kapal kontainer terbakar dan tenggelam di perairan Selat Hormuz setelah menghantam ranjau laut. Teheran menyebut insiden itu terjadi saat kapal kontainer itu mencoba melintasi Selat Hormuz melalui rute yang "tidak sah".
Selat Hormuz, yang merupakan jalur perairan vital bagi pasokan minyak dan gas global, secara efektif diblokade oleh Iran setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan besar-besaran pada akhir Februari lalu, yang mengobarkan perang di kawasan Timur Tengah.
Teheran bersikeras agar kapal-kapal melintasi rute pelayaran yang ditetapkan oleh Iran di jalur perairan strategis tersebut.
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Kamis (15/10/2026), menyebutkan bahwa kapal yang mengangkut lebih dari 2.500 muatan kontainer itu menabrak ranjau laut dan terbakar saat berusaha melintasi jalur pelayaran yang "berbahaya dan tidak sah" di Selat Hormuz.
Menurut IRGC, kapal kontainer itu tenggelam di perairan sebelah selatan Selat Hormuz pada Rabu (14/10) pagi, setelah kobaran api semakin membesar.