Secara terpisah, perusahaan keamanan Inggris, Vanguard, juga melaporkan insiden kapal tenggelam melibatkan sebuah kapal kontainer berbendera Singapura dan bernama GFS Pride. Disebutkan Vanguard bahwa kapal itu terkena proyektil pada Selasa (13/10) dan kemudian tenggelam.
Belum dapat dipastikan apakah kedua pernyataan itu merujuk pada kapal yang sama.
Insiden ini terjadi saat rentetan insiden maritim melanda kapal-kapal di dalam dan sekitar Selat Hormuz. Vanguard melaporkan bahwa tiga kapal lainnya terkena serangan di perairan tersebut pada Selasa (13/10), dengan dua kapal di antaranya melanjutkan pelayaran, namun nasib satu kapal lainnya tidak diketahui.
Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) secara terpisah melaporkan pada Rabu (14/10) bahwa dua kapal kontainer terkena proyektil pada Selasa (13/10), namun tetap melanjutkan perjalanan setelah mengalami kerusakan ringan. Insiden lainnya dilaporkan melanda sebuah kapal tanker dan sebuah kapal kontainer, namun tidak disebutkan apakah ada kerusakan atau korban jiwa.