Kunjungan tersebut, sambung dia, memiliki keterkaitan historis dengan kehadiran Presiden Soekarno di New York pada 1960 untuk menyampaikan pidato β€œTo Build the World Anew” di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).Rano mengungkapkan jika dahulu Bung Karno datang membawa gagasan tentang masa depan dunia, hari ini Jakarta datang membawa pengalaman dan gagasan tentang masa depan kota-kota dunia, tentang transportasi publik, lingkungan, ketahanan iklim, pangan, dan bagaimana sebuah kota harus tetap menjadi rumah yang layak bagi warganya.

"Dari Lapangan IKADA, dari Jakarta hingga New York, Amerika, pesannya tetap sama: Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton perjalanan dunia. Indonesia harus ikut menulis masa depan dunia,” kata dia.