NADIKABAR.COM β€” Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengajak seluruh jajaran di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meneruskan semangat Rapat Raksasa IKADA dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi Jakarta saat ini.Saat menjadi inspektur Upacara Peringatan Hari Rapat Raksasa IKADA ke-81 Tahun 2026 di Balai Kota Jakarta, Senin, Rano mengenang kembali momentum Rapat Raksasa IKADA pada 19 September 1945, saat ribuan rakyat berkumpul di Lapangan IKADA ketika usia Republik Indonesia belum genap lima pekan.Kehadiran rakyat menjadi penegasan bahwa kemerdekaan perlu terus dijaga melalui kepercayaan dan keterlibatan masyarakat."Rakyat datang bukan karena kemerdekaan telah selesai diperjuangkan, tetapi sebaliknya, mereka datang karena masa depan Republik ketika itu masih harus terus diperjuangkan,” kata Rano.Kini, kata Rano, perjuangan tak lagi diwujudkan melalui tindakan fisik mempertahankan kemerdekaan, tetapi melalui upaya mengatasi kemiskinan dan ketimpangan, memperluas akses pendidikan dan kesempatan kerja, memperbaiki transformasi, menjaga lingkungan, serta melindungi kelompok rentan.Semangat perjuangan tersebut, imbuh Rano, juga diperlukan ketika Jakarta menghadapi berbagai perubahan, mulai dari pembangunan infrastruktur, pengembangan Kepulauan Seribu, kemajuan teknologi, hingga tumbuhnya generasi baru."Hari ini Jakarta bekerja untuk menjadi kota yang menghadirkan keadilan dan kehidupan yang lebih baik bagi semua," kata Rano.

Rano menyampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang masih berada di New York untuk menghadiri Urban 20 Mayors Summit dan bertemu dengan Wali Kota New York, Zohran Mamdani.

Kunjungan tersebut, sambung dia, memiliki keterkaitan historis dengan kehadiran Presiden Soekarno di New York pada 1960 untuk menyampaikan pidato β€œTo Build the World Anew” di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).Rano mengungkapkan jika dahulu Bung Karno datang membawa gagasan tentang masa depan dunia, hari ini Jakarta datang membawa pengalaman dan gagasan tentang masa depan kota-kota dunia, tentang transportasi publik, lingkungan, ketahanan iklim, pangan, dan bagaimana sebuah kota harus tetap menjadi rumah yang layak bagi warganya.

"Dari Lapangan IKADA, dari Jakarta hingga New York, Amerika, pesannya tetap sama: Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton perjalanan dunia. Indonesia harus ikut menulis masa depan dunia,” kata dia.