"Tantangannya memang tidak mudah, strategi yang telah dan akan diteruskan pemerintah adalah memperbesar nilai tambah ekspor dan investasi," ucap Said membacakan laporannya.

Dia juga menyebut konsumsi rumah tangga masih menjadi pilar utama dalam struktur produk domestik bruto nasional. Oleh karena itu, kata Said, target inflasi rendah harus menjadi keniscayaan.

Sehubungan dengan kebutuhan inflasi rendah, parlemen sepandangan dengan pemerintah dan Bank Indonesia bahwa kurs rupiah harus terkendali. Pada 2027, Bank Indonesia dan pemerintah ditargetkan mengendalikan kurs rupiah di kisaran 17.500 per dolar AS.

"Langkah ini untuk memastikan agar tekanan terhadap fiskal dan sektor riil tidak berkelanjutan," ucapnya.

Selain itu, DPR dan pemerintah juga sepakat mematok suku bunga surat berharga negara 10 tahun 6,9 persen, harga minyak mentah Indonesia 75 dolar AS per barel, lifting minyak bumi 612,5 ribu barel per hari, dan lifting gas bumi 954 ribu barel setara minyak per hari.