NADIKABAR.COM — Partai Komunis China (PKC) menyelesaikan rapat tahunan yang diselenggarakan pada 26-29 November 2026 yang menghasilkan resolusi mengenai penguatan disiplin dan pemberantasan korupsi untuk anggota partai.
"Kita harus menyadari bahwa situasi perjuangan pemberantasan korupsi masih berat dan kompleks. Tugas memberantas lingkungan dan kondisi yang memungkinkan korupsi tumbuh juga masih sulit dan berat karena masalah gaya kerja dan disiplin bersifat jangka panjang, mengakar, dan berulang," kata Wakil Sekretaris Komisi Pusat Inspeksi Disiplin sekaligus Wakil Ketua Komisi Pengawasan Nasional, Zhang Fuhai dalam konferensi pers di Beijing, Jumat (30/10).
Ia menyebut, sejak 2012, lembaga inspeksi disiplin dan pengawasan PKC telah membuka penyelidikan terhadap 8,105 juta kasus dan menjatuhkan sanksi kepada 7,922 juta orang. Di antaranya terdapat 963 kader yang terkait dengan Komite Sentral.
Komite Sentral adalah organ kepemimpinan tertinggi PKC yang dipilih oleh Kongres Nasional dengan masa jabatan lima tahun. Komisi Sentral bertanggung jawab untuk memimpin seluruh pekerjaan partai baik di dalam maupun luar negeri.
Sebanyak 199 anggota dan 165 anggota pengganti Komite Sentral PKC menghadiri sidang tersebut dari total 205 anggota resmi dan 171 anggota pengganti yang dipilih pada Kongres Nasional ke-20 pada Oktober 2022.
Zhang menyebut penanganan masalah korupsi akan diperdalam di bidang-bidang yang unsur politiknya kuat, terkait jumlah anggaran yang besar dan melibatkan sumber daya yang melimpah.
"Prioritas diberikan pada penyelidikan kasus yang melibatkan keterkaitan antara masalah politik dan ekonomi, kolusi antara pejabat dan dunia usaha, serta masuknya modal ke dalam bidang politik. Bentuk-bentuk korupsi baru dan korupsi tersembunyi harus diselidiki secara mendalam dan menyeluruh," ungkap Zhang.