Tegar akhirnya tidak mau mengambil risiko. Ia memutuskan menghentikan perjalanan dan meminta SDS menurunkan kardus tersebut tepatnya di Jalan Terusan Suryani, Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Babakan Ciparay.
"Pokoknya saya mau turunin dia, nah pas sebelum ke SPBU jalan agak padat, saya langsung ngambil kiri di depan toko wajan. Kebetulan ada orang juga di situ, saya langsung turun. Saya teriak-teriak ke dia, suruh dia turunin, pokoknya turunin-turunin, sama kamu turunin sendiri saya enggak mau ini. Saya langsung duduk sebelah orang-orang yang ada di sana, dia turunin sendiri, digusur dari bak itu, digusur sampai jatuh. Setelah itu saya naik lagi ke mobil, saya maju, saya masih sedikit jarak beberapa meter udah jauh dari lokasi, saya lihat ada satpam, di situ saya minta tolong buat ke satpam buat teleponin polisi," jelasnya.
Kecurigaan Tegar akhirnya terbukti. Kardus yang disebut berisi besi dan baju tersebut ternyata berisi mayat seorang perempuan. Kondisinya semakin mengejutkan karena salah satu tangan korban terlihat keluar dari bungkusan kardus.
Tegar pun segera meminta bantuan dan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas. Sebelum perjalanan dihentikan, SDS sempat menyampaikan tujuan pengiriman kardus tersebut kepada Tegar. Jasad itu disebut akan dibawa menuju kawasan Kopo.
"Dia pertamanya bilang mau ke Kopo, ke Kopo yang banyak travel dia bilangnya. Caringin ke depan katanya di kolong flyover itu," ujarnya.