"Untuk Jakarta Vertical Run, saya lebih fokus ke strength training karena saya biasanya dulu ikut lari di jalanan. Saya tertantang ikut vertical run. Setelah mencoba simulasi 26 lantai. Saya merasa perlu latihan strength seperti squat dan penguatan kaki. Juga harus latihan endurance," ujar Daffa.
Persiapan ekstra diperlukan karena Jakarta Vertical Run benar-benar memberikan tantangan berbeda dibanding lomba lari pada umumnya.
"Kalau lomba lari di jalanan kan oksigennya banyak, kalau ini kan menaiki tangga darurat yang tentu oksigennya terbatas. Kedua elevasinya sangat berasa apalagi nanti sampai lantai 106. Tadi baru 26 lantai sudah pada engap," tegas Daffa.
Jakarta Vertical Run diinisiasi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta dan disebut sebagai ajang resmi Towerrunning World Association (TWA) pertama di Indonesia. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari program sport tourism Dispora DKI Jakarta untuk mendorong aktivitas olahraga perkotaan dan memperkenalkan pengalaman berolahraga di gedung pencakar langit.
"Kebetulan tower run di Indonesia juga sudah diakui oleh tower run dunia ya, jadi kita akan menggelar tower run pertama kali di Indonesia nanti pada 15 November. Kebetulan event ini juga diselenggarakan dalam rangkaian hari jadi dan juga mengusung lima abad Jakarta. Peserta di simulasi Minggu ini ada sekitar 200-250 peserta. Nantinya pada saat acara 15 November nanti sudah ada sekitar 800 peserta yang mendaftar dari 20 negara" jelas Elwi sebagai Strategic Head Jakarta Vertical Run.