Meski demikian, keputusan teknis mengenai mekanisme penyaluran dana, pembagian tugas, serta pelaksanaan pengelolaan MBG secara internal masih akan dibahas lebih lanjut.

KH Abdul Wahid juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat, khususnya setelah staf khusus kepresidenan datang langsung ke Ponpes Manbaul Hikam untuk melihat kondisi pondok dan para santri. Menurutnya, kunjungan tersebut menunjukkan kepedulian serta respons cepat pemerintah terhadap kejadian yang dialami para santri.

"Kami sangat berterima kasih atas perhatian dari pemerintah, terutama staf khusus kepresidenan yang datang langsung ke pondok. Ini menunjukkan kepedulian dan respons yang cepat," tuturnya.

Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. Menurutnya, program MBG merupakan program yang baik sehingga persoalan dalam proses pelaksanaannya tidak sampai mencoreng tujuan program tersebut.

"Harapannya tentu kejadian seperti ini tidak terulang. Programnya baik, jangan sampai ternoda karena kelalaian dalam proses," ujarnya.

KH Abdul Wahid juga memandang peristiwa tersebut sebagai sebuah ujian bagi Ponpes Manbaul Hikam. Ia berharap kejadian tersebut justru menjadi momentum bagi pondok untuk melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pengelolaan.

"Ini menjadi ujian bagi kami. Mudah-mudahan dari kejadian ini pondok semakin dikenal dan bisa naik kelas," pungkasnya.