Chandra meminta maaf atas kejadian dugaan keracunan yang menimpa ratusan siswa ini. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi.

"Sekali lagi mohon maaf kepada orang tua murid, kepada masyarakat Kabupaten Pati, kami akan terus berupaya masalah ini bisa tertangani dengan segera dan masalah pengobatan semua ditanggung oleh pemerintah Kabupaten Pati," jelas Chandra.

Diberitakan sebelumnya, dua sekolah yang siswanya diduga keracunan usai menyantap MBG adalah SMP Negeri 1 Gembong dan MTS Negeri 3 Pati. Lokasi dua sekolah di satu wilayah Kecamatan Gembong.

Di SMP Negeri 1 Gembong terdapat 103 siswa dan 13 guru mengalami mual dan diare. Kemudian di MTS Negeri 3 Pati ada 127 siswa dan 30 guru yang mengalami mual dan diare setelah menyantap MBG.