Fathul menyebut durasi penghentian sementara masih menunggu keputusan BGN. Menurutnya, penghentian sementara juga diperlukan untuk memulihkan kepercayaan dan kondisi psikologis para penerima manfaat agar tidak trauma mengonsumsi makanan MBG.
"Cuma jangka waktunya (suspend) nanti menunggu keputusan BGN. Sebagai bahan evaluasi apalagi ini menimbulkan keracunan," imbuhnya.
Fathul mengatakan ratusan siswa yang diduga mengalami keracunan menu MBG tersebut sudah dipulangkan ke rumah masing-masing. Berdasarkan asesmen sementara, makanan yang dibagikan kepada para penerima manfaat tidak mencantumkan batas waktu makanan tersebut harus dikonsumsi.
"Di sana kan harus tertera kapan harus dikonsumsi jam berapa? Jadi di sini tidak ada yang saling menyalahkan," ujar Fathul.
Di sisi lain, Fathul juga menyebut terdapat lebih dari 20 SPPG di NTB yang masuk dalam daftar suspend atau ditutup sementara oleh BGN. SPPG tersebut tersebar di Pulau Lombok dan Sumbawa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun NadiKabar, ratusan siswa di Lombok Tengah diduga keracunan setelah menyantap menu MBG berisi kulit kebab, buah salak, ayam suwir, nugget, salad selada, dan mentimun. Seluruh sampel makanan tersebut telah diamankan polisi.
Kapolresta Lombok Tengah, Kombes Hariyanto, menjelaskan seluruh sisa makanan saat ini telah diamankan petugas Satreskrim Polresta Lombok Tengah untuk didalami lebih lanjut. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meninjau lokasi SPPG tersebut.