"Untuk dapurnya sudah ada dari Reskrim dari Inafis sudah ngecek ke sana. Sudah dilakukan olah TKP," kata Hariyanto kepada awak media, Jumat sore.
Hariyanto membeberkan seluruh siswa yang menjadi korban keracunan tersebut berasal dari SDN Lendang Tampel, SDN Repok Puyung, SDN Beber, MTS Qudwatun Hasanah, dan SDN Mertak Kesambik. Ia memastikan saat ini para korban telah tertangani dengan baik oleh pihak medis.
Polisi belum bisa menyampaikan langkah hukum yang akan dilakukan selanjutnya. Ia memastikan kejadian tersebut saat ini telah ditangani dan akan ditindaklanjuti oleh petugas. "Masih tunggu ya," ujar Hariyanto.
Badan Gizi Nasional (BGN) pun meminta maaf atas keracunan yang menimpa ratusan siswa di Lombok Tengah. BGN juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penanganan para korban.
"Pertama-tama kami perlu menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini, permohonan maaf kepada adik adik, anak anak kita yang terdampak, termasuk para keluarga/wali murid, dan pihak sekolah," kata Kepala Regional (Kareg) BGN Nusa Tenggara Barat (NTB), Eko Prasetyo, Jumat.
Eko mengatakan peristiwa tersebut akan menjadi bahan evaluasi. Ia mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada BGN pusat untuk ditindaklanjuti. Selain itu, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengetahui penyebab keracunan.
"Berkaitan dengan tindak lanjut kejadian ini, kami akan menunggu arahan selanjutnya dari pimpinan pusat dan bersama-sama menunggu hasil lab terhadap sampel makanan yang diproduksi hari ini. Pihak kami akan selalu memantau perkembangan di lapangan terkait kejadian ini," imbuh Eko.