"Masih ada jalan panjang yang harus ditempuh. Sanksi yang akan dijatuhkan masih belum diketahui, dan prosesnya belum selesai. Namun, apa yang terjadi sekali lagi menunjukkan mengapa pengendalian ekonomi, transparansi, dan aturan yang setara bagi semua pihak sangat penting untuk melindungi integritas dan keberlanjutan sepakbola. Kami akan terus memperjuangkan prinsip-prinsip tersebut. Sama seperti pada tahun 2017," tutup Tebas.
Pelanggaran yang dilakukan City diduga terjadi pada 2009 hingga 2023, yang meliputi melanggar aturan laporan keuangan, pembayaran pemain dan manajer, aturan profitabilitas dan keberlanjutan klub, regulasi UEFA, dan kewajiban klub untuk bekerja sama dalam proses investigasi. Jika bersalah, maka hukuman berat bisa ditelan City.
Mulai dari pengurangan poin, denda, degradasi, hingga dicabut gelarnya.