Okto meminta evaluasi tersebut diwujudkan melalui langkah konkret, bukan hanya pernyataan atau komitmen formal. Ia berharap setiap pihak yang terlibat dalam kegiatan olahraga benar-benar menempatkan keselamatan atlet sebagai prioritas.
"Duka ini harus menjadi momentum evaluasi dan perbaikan nyata. Keselamatan atlet tidak boleh hanya menjadi komitmen di atas kertas," tegas Okto.
Selain mendorong evaluasi, NOC Indonesia juga menguatkan pendekatan safeguarding untuk menciptakan lingkungan olahraga yang aman, inklusif, dan bermartabat. Kebijakan ini mencakup perlindungan atlet dari berbagai bentuk kekerasan, pelecehan, eksploitasi, hingga diskriminasi.
NOC Indonesia menyebut penerapan safeguarding dilakukan melalui edukasi dan pendampingan. Langkah tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab organisasi dalam menjaga nilai-nilai Olimpiade, menjunjung prinsip fair play, serta memastikan atlet mendapatkan lingkungan yang aman dan nyaman.