Okto kembali menekankan bahwa ukuran keberhasilan kompetisi tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah medali atau prestasi yang diraih. Penyelenggaraan olahraga juga harus mampu menjamin setiap atlet bertanding dengan aman dan memperoleh perlindungan yang layak.
"Tidak ada medali yang sebanding dengan hilangnya nyawa seorang atlet. Keberhasilan kompetisi bukan hanya diukur dari prestasi, tetapi juga dari kemampuan kita memastikan setiap atlet bertanding dalam lingkungan yang aman, nyaman, terlindungi, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas," kata Okto.
Okto berharap meninggalnya Syabilla dan Ayudiah menjadi momentum perubahan bagi dunia olahraga Indonesia. Tanggung jawab olahraga tidak berhenti pada mencetak juara, tetapi juga memastikan keselamatan dan kehidupan setiap atlet tetap dihargai.
"Jangan biarkan kepergian Syabilla dan Ayudiah berlalu tanpa makna. Kita harus memastikan keselamatan dan perlindungan atlet menjadi komitmen bersama yang tidak dapat ditawar. Tugas olahraga bukan semata-mata mencetak juara, tetapi juga menjaga, melindungi, dan menghargai setiap kehidupan atlet," ujarnya.